REVIEW ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI


ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI

    • Release Date
    • :
    • 15 Apr 2010 (Ind.)
    • Sutradara
    • :
    • Deddy Mizwar
    • Pemain
    • :
    • Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Jaja Miharja, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Rina Hasyim
    • Naskah
    • :
    • Musfar Yasin
    • Reviewer
    • :
    • Jacky Sjarif
    • Review Date
    • :
    • 24 Apr 2010
    • Duration
    • :
    • -

Finally bisa nonton juga g... ini adalah film pertama yg g tonton lagi semenjak terdampar, di hadapkan dengan 2 pilihan berat antara menebus impian atau alangkah lucunya ini, setelah membaca beberapa review di milis2, akhirnya pilihan jatuh ke alangkah lucunya... dan pilihan yang cukup tepat...

Seperti biasanya film2 karya Deddy mizwar, selalu menawarkan suatu sindiran2 halus tapi tepat sasaran dan memasukan lagu2 perjuangan di filmnya dan hasilnya luar biasa, g terharu nonton film ini bukan karena ngeliat perjuangan muluk dan kawan2nya, tapi miris ngedenger lagu perjuangan dengan kata2nya disandingkan dengan gambar di layar... rasa yang sama muncul pada waktu nonton film naga bonar jadi 2, pada saat naga bonar berdiri tegak dan dia hormat ke patung sudirman dan satunya lagi pada waktu dia omelin polisi dan sopir angkot... muantabbb...

Kesan yg g dapet dari film ini mirip2 dengan identitas, kebetulan dua2nya dimaenin ama tokoh yang dari dulu ga terlalu g anggep tapi akhir2 ini karya2nya dahsyat yaitu mas Tio Pakusadewo, dahsyat abis ni orang, mulai ngelirik dia sejak dari quickie express, sepuluh, lanjut ke identitas dan terakhir di film ini, aktingnya dahsyat banget, demen aja ngeliat aktingnya dia (ga heran bang ucup aja kepincut ama aktor yang satu ini), btw balik ke topik... kenapa identitas g bilang cukup mirip dengan film ini, karena banyak adegan2 ataupun kata2 yang sebenernya miris ngedengernya tapi itulah kenyataan yang terjadi di Indonesia, salah satu yang paling mengelitik adalah ketika connie sutedja (bener ga sih dia yg maen jadi istrinya slamet rahardjo?) nanya mengenai siapa yang berhak menentukan halal dan tidak halal, lalu dijawab ama suaminya MUI, terus dia bilang 5 kotak, baru dijawab ama anaknya ALLAH... Mantabbb nendang abis, kalo orang2 MUI ga berasa sih kebangetan hehehe...

Selain itu juga pada saat diajarin mengenai pendidikan, permainan kata2nya sungguh pintar sampai akhirnya tersimpulkan sebenernya koruptor sama aja dengan pencopet, bedanya cuma dari segi pendidikannya aja...

Banyak hal positif dari film ini, mendidik tapi kesannya tidak menggurui, bahkan endingnya pun menurut g cukup pas, walaupun g masih rada bingung juga dengan pesan yang ingin disampaikan oleh film ini, karena menurut g kok kesannya gagal ya? karena si muluknya ditangkep dan anak2nya pun tetep aja dikejar satpol PP, tapi kutipan dari UUD malah membuat semakin miris bacanya...

Untuk urusan akting, seneng banget ngeliat kwartet aktor senior menggawangi film ini, cuma sayangnya kurang didi petet, seandainya si sarjana pendidikan dikasih bapak, mungkin cocok yang meranin didi petet, secara body dah mirip2 dikit hehehe...

Good job, senangnya nonton film Indonesia kalau kualitasnya kayak begini terus...

 
 

2005-2014 Exodiac.com All Rights Reserved.

Photos & certain artwork used on Exodiac are copyright protected and are the property of their respective owners.
Studio logos & other trademarks used herein are the property of their respective owners.