exodiac
exodiac
GENRE

THE BOY IN THE STRIPED PAJAMAS

Release Date

:
07 Nov 2008 (Intl.)

Sutradara

:
Mark Herman

Naskah

:
Mark Herman, John Boyne

Pemain

:
Sheila Hancock, David Heyman, Asa Butterfield, Cara Horgan, Amber Beattie

Category

:
Drama

Reviewer

:
Joze

Review Date

:
17 Feb 2009

Duration

:
-

Review

INNOCENCE LOST & HUMANITY FOUND
Masa kecil tentu saja masa yang paling indah. Masa dimana bermain bersama teman-teman merupakan suatu hal yang sangat berharga, begitu juga yang dirasakan oleh Bruno. Namun, sayangnya, ia harus mengikuti kedua orangtuanya pindah ke daerah pedesaan terpencil dari pusat kota Berlin. Maklum, ayah Bruno ditugaskan sebagai komandan sebuah kamp konsentrasi Nazi. Berbeda dengan Gretel, sang kakak yang mulai dicekoki dan terpengaruh ajaran Nazi, Bruno masih tidak percaya bahwa mereka harus memusnahkan orang Yahudi. Hal ini ditambah lagi ketika Bruno ternyata diam-diam bersahabat dengan Shmuel, bocah Yahudi yang berada di kamp konsentrasi itu. Ternyata tali persahabatan mereka memang sangat kuat dan tak ada yang bisa mengusiknya, lalu bagaimana akhir cerita persahabatan dua bocah ini...

WHAT A REMARKABLE STORY
Inilah drama memukau garapan sutradara Mark Herman yang diangkat dari buku karya John Boyne. Vera Farmiga (The Departed dan David Thewlis (Timeline) berperan sebagai kedua orangtua Bruno. Sementara sang bocah sendiri diperankan oleh Asa Butterfield (Son of Rambow), sahabatnya Shmuel oleh Jack Scanlon. Drama yang diproduseri oleh David Heyman, salah seorang produser film sukses Harry Potter ini, semakin menyentuh dengan ilustrasi musik yang digarap oleh James Horner, komponis peraih Oscar lewat Titanic.

Cerita film ini memang cukup menyentuh hal ini didukung pula permainan yang pas dari dua aktor cilik di dalamnya. Memang rasanya tali persahabatan bila sudah terjalin dengan baik takkan pernah ada yang bisa mengusiknya. Sayangnya, kendati film ini menyoroti sebuah keluarga Nazi, namun tidak sedikitpun menampilkan percakapan dalam bahasa Jerman, ditambah lagi dengan latar belakang keluarga Shmuel yang tidak ditampilkan. Entah apakah memang dalam novelnya begitu atau untuk versi layar lebarnya hal ini sengaja tidak ditampilkan.

Walaupun ada beberapa kekurangan, namun menilik ceritanya yang begitu menyentuh, maka tak ayal film drama satu ini, memang patut ditonton. Rasanya lewat film ini kita bisa memahami bahwa sebuah persahabatan sejati memang tidak memandang warna kulit atau ras tertentu, karena pada hakikatnya semua manusia itu sama adanya.




© 2005-2010 Exodiac.com All Rights Reserved.
Photos & certain artwork used on Exodiac are copyright protected and are the property of their respective owners.
Studio logos & other trademarks used herein are the property of their respective owners.