Film dibuka dengan kelahiran seorang bayi yang menyebabkan ibunya meninggal. Sang ayah yang nggak terima dengan fisik anaknya tersebut, yang keriput layaknya monster langsung membuang anaknya ke sebuah panti jompo. Queenie (Taraji P Henson), pengurus panti jompo tersebut akhirnya mengangkat bayi itu sebagai anaknya dan memberinya nama Benjamin (Bradd Pitt). Barulah Queenie dan para manula di panti jompo tersebut menyadari kalau Benjamin adalah seorang anak yang spesial, ia terlahir secara fisik seperti kakek2 dan berangsur2 muda. Berikutnya kita diajak untuk mengikuti perjalanan hidup Benjamin, bagaimana dia mengatasi "perbedaan" fisik dirinya tersebut terhadap lingkunngan sekitarnya, yang pada akhirnya mempertemukan dirinya dengan wanita penari balet bernama Daisy (Cate Blanchett).
IMHO, gw menganggap film ini biasa aja. Nggak se-spektakuler yang banyak dibicarain orang. Perjalanan hidup Benjamin nyaris tanpa konflik dan intrik. Semuanya begitu gampang buat dia, kecuali ketika dia punya anak dan menyadari bahwa dia nggak akan bisa menjadi seorang ayah, itupun ketika sudah menjelang akhir film dan nggak di exlore lebih lanjut. Forest Gump malah punya perjalanan hidup yang jauh lebih menarik. Yang membuat cerita ini spesial karena umur dan fisik Benjamin yang berangsur-angsur muda sehingga pada akhirnya dia menjadi bayi lagi. Akting Brad Pitt pun kurang meyakinkan sebagai Benjamin. Dan setelah gw lihat film ini, gw menganngap AMPAS melakukan kesalahan besar memberikan slot nominasi aktor terbaik buat Brad Pitt di ajang OSCAR 2009. Leo diCaprio jauh lebih pantas mendapatkan slot itu klewat filmnya Revolutionary Road. Bener2 sucks banget aktingnya si Pitt ini. Dan satu dosa lagi buat AMPAS, karena tidak memasukkan Cate Blanchet dalam
nominasi OSCAR. Cate jauh lebih meyakinkan aktingnya sebagai Daisy. Yang paling gw suka dari film ini dari semuanya, cuma detail yang diberikan David Fincher. Dari mulai tone warna yang selalu berubah mengikuti perkembangan waktunya, walaupun masih didominasi oleh warna Sephia, sampai musik2 latarnya dari mulai lagu2 Gospel yang populer di era 1900-an sampe lagu2nya The Beatles. Begitu juga make-up nya yang menurut gw one of the best makeup ever. Bayangin aja Cate Blanchet bisa di vermak abis kaya cewe ABG umur 20an gitu. Semuanya itu mengikuti perjalanan hidupnya Benjamin. Adegan yang paling gw suka dari film ini, ketika Benjamin pada akhirnya menjadi seorang bayi lagi, menatap Daisy beberapa lama, lalu menutup matanya untuk tertidur (selamanya) di pangkuan Daisy.
9 out of 10 ==> for detail
5 out of 10 ==> for story and acting
OVERALL
7 out of 10
BTW
Sepanjang film, gw sempet berpikir kalo film ini kayanya lebih cocok digarap sama Tim Burton. Dengan Depp sebagai Benjamin tentunya ;p