REVIEW STONE


STONE

    • Release Date
    • :
    • 08 Oct 2010 (Intl.)
      22 Oct 2010 (Ind.)
    • Sutradara
    • :
    • John Curran
    • Pemain
    • :
    • Robert De Niro, Edward Norton, Milla Jovovich, Frances Conroy, Enver Gjokaj, Pepper Binkley, Sandra Love Aldridge, Greg Trzaskoma, Rachel Loiselle, Kylie Tarnopol, Bailey Tarnopol, Madison Tarnopol, Peter Lewis, Sarab Kamoo, Richard Murphy
    • Naskah
    • :
    • Angus MacLachlan
    • Reviewer
    • :
    • Epse R.
    • Review Date
    • :
    • 26 Oct 2010
    • Duration
    • :
    • 105 min.
Beberapa minggu menjelang pensiun Jack Mabry (Robert deniro) ditugaskan untuk menangani salah satu kasus dari seorang kriminal bernama Gerald”Stone”Creeson (Edward Norton) yang mengajukan pembebasan bersyarat. Akan tetapi nampaknya keinginan Stone sulit terwujud dan harapan untuk bebas sangat tipis. Akhrinya Stone meminta bantuan istrinya Lucetta (Milla Jovovich) untuk membujuk dan merayu jack agar pembebasan bersyaratnya bisa dikabulkan.

Akankah jack akan terjebak pada permainan dan rayuan Lucetta?

Dari premisnya saya berharap film ini akan menyuguhkan sebuah drama thriller yang menegangkan dan penuh intrik, Apalagi awalnya film ini dibuka dengan sedikit menceritakan tentang masa lalu jack. Ternyata harapan itu harus saya kubur dalam-dalam. Film Stone lebih banyak menawarkan pengalaman spiritual dari para tokohnya terutama Jack dan Stone, tetapi saya merasa hal ini tidak memberikan pengaruh apapun bagi keduanya.

Film garapan sutradara John Curran ini Sebenarnya mempunyai premis yang cukup menjanjikan apalagi didukung oleh aktor-aktris papan atas dengan kualitas akting yang mumpuni dan tidak diragukan lagi, tapi sayang kemampuan mereka tidak diimbangi script yang kuat, hubungan antar karakter satu sama lain dibangun seakan tidak ada chemistry dan tidak jelas. seperti hubungan suami istri Jack - Madylyn mengandung suatu permasalahan yang tidak jelas, padahal kilas balik tentang keluarga mereka sudah cukup tergambarkan. kehadiran tokoh lucetta seharusnya bisa menjadi potensi cerita lebih kompleks, menarik dan penuh intrik tapi hal ini seakan diabaikan begitu saja.

kebosanan bukan saja menghinggapi saya tetapi penonton lain, ini terlihat sebagian penonton lebih memilih beranjak tempat duduk dan keluar sebelum film usai.
 
 

© 2005-2012 Exodiac.com All Rights Reserved.

Photos & certain artwork used on Exodiac are copyright protected and are the property of their respective owners.
Studio logos & other trademarks used herein are the property of their respective owners.